Ibadah Sholat. Hal pertama yang kita lakukan adalah berdiri. Berdiri dalam
sholat membiasakan tubuh manusia untuk senantiasa memiliki posisi tegak, yakni
simetris antara belahan tubuh kanan dan kiri. Unsur medis yang terkandung dalam
gerakan ini adalah berat badan menumpu di kedua telapak kaki sehingga dapat
menghindarkan terjadinya kelainan tulang belakang (lordosis, kifosis,
dan skoliosis). Efek lain dari posisi tersebut yakni menurunkan risiko
terjadinya patah tulang yang sering begitu mudah terjadi meski hanya dengan
terpeleset di kamar mandi, turun tangga dan sebagainya.
Gerakan takbiratul ihram. Ketika kita melafadzkan kalimat Allahu
Akbar, secara fisiologis, pengucapan huruf (A), bermanfaat untuk
melapangkan sistem pernafasan. Kemudian saat mengucapkan huruf berikutnya (-LOH),
juga menimbulkan pengaruh yang nyata terhadap reaksi pernafasan. Begitu juga
pengucapan huruf terakhir (H), bermanfaat untuk membuat kontak antara paru-paru
dan jantung dan pada gilirannya kontak ini dapat mengontrol denyut jatung.
Saat mengangkat tangan dalam takbiratul ihram. Kondisi rongga dada
melebar, pada saat itu bahu terangkat sedikit, tulang-tulang rusuk juga ikut
terangkat dan akibatnya tekanan udara di dalam rongga dada mengecil dan
memudahkan udara/nafas masuk dengan cepat.
Kemudian Ruku’. Ruku’ adalah
membungkukkan badan sedemikian rupa sehingga punggung, leher dan kepala menjadi
satu dalam posisi horizontal. Posisi horizontal ini memungkinkan berat badan
bergeser ke depan dan tubuh seakan-akan mau terperosok ke depan. Dengan posisi
sedemikian rupa, maka ruku’ dapat mengurangi kompresi antara ruas-ruas
tulang belakang. So guys, jika kita beranggapan hanya olahraga yang
dapat menyehatkan badan, maka Islam telah lebih dulu mengajarkan bagaimana
memiliki badan yang selalu sehat dengan menjalankan segala kewajiban dan
perintah-Nya secara sungguh-sungguh, yakin, disiplin dan benar. Jika olahraga
memiliki aturan kedisiplinan dalam gerakan, maka Islam lebih dulu mengajarkan
aturan gerakan kedisiplinan melalui perintah sholat 5 waktu.
Berlanjut pada sujud. Sujud adalah satu-satunya posisi dimana otak bisa
lebih rendah dari jantung, sehingga memberikan pengaruh terhadap peredaran
darah di otak. Elastisitas pembuluh darah merupakan faktor terpenting untuk
mempertahankan tekanan darah. Aliran darah yang naik karena posisi jantung
lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan untuk menambah elastisitas darah,
sehingga secara tidak langsung gerakan sujud ini adalah gerakan untuk mecegah
penyakit stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya. Begitu pula jika ada
seseorang yang depresi kemudian dilarikan ke seorang psikiater, maka salah satu
cara mereka untuk mengurangi stres atau depresi itu adalah dengan cara
bersujud. Bukanlah Islam telah lebih dulu memberikan solusi ampuh bagi para
depresan, yakni mengambil air wudhu dan dilanjutkan dengan melakukan sholat,
mengadu dan menangis sejadi-jadinya pada Allah Swt., Maha yang tidak pernah tidur
dan senantiasa terjaga mengawasi hamba-Nya.
Kemudian adalah posisi duduk dalam sholat. Sebagaimana duduk diantara dua
sujud, tasyahhud awal maupun tasyahhud akhir. Manfaat dari posisi tersebut yakni
dapat menghentikan aliran pembuluh darah utama di tungkai sehingga menambah
debit aliran darah ke otak dan organ lainnya. Selain itu posisi ini juga
bermanfaat untuk mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral
(cabang-cabang pembuluh darah) di kedua kaki. Pada saat duduk dengan posisi
dimana jari-jari ditekuk juga mempunyai manfaat medis yang besar, yaitu sebagai
bentuk relaksasi maksimal dari otot-otot di betis, di mana otot-otot ini paling
sering megalami nyeri karena menompang postur tubuh dan gerakan berjalan atau
lari. Jadi tidak perlu ke tempat pemijatan lagi kan untuk relaksasi?
Kemudian adalah salam. Salam ditandai dengan gerakan menolehkan kepala ke
samping kiri dan ke samping kanan. Gerakan ini dapat sebagai metode pencegahan
untuk terjadinya penjepitan saraf di bagian leher. Selain itu gerakan tersebut
dapat melatih kelenturan leher dan dapat mencegah terjadinya kondisi torticolis
(kepala atau wajah yang selalu miring). Jadi guys...gak perlu capek
lagi pergi ke kolam berenang buat melatih otot leher. Dengan sholat pun semua
sudah terobati.
