Kamis, 19 November 2015

Indahnya Islam #1 The Power Of Prayers



Ibadah Sholat. Hal pertama yang kita lakukan adalah berdiri. Berdiri dalam sholat membiasakan tubuh manusia untuk senantiasa memiliki posisi tegak, yakni simetris antara belahan tubuh kanan dan kiri. Unsur medis yang terkandung dalam gerakan ini adalah berat badan menumpu di kedua telapak kaki sehingga dapat menghindarkan terjadinya kelainan tulang belakang (lordosis, kifosis, dan skoliosis). Efek lain dari posisi tersebut yakni menurunkan risiko terjadinya patah tulang yang sering begitu mudah terjadi meski hanya dengan terpeleset di kamar mandi, turun tangga dan sebagainya.
Gerakan takbiratul ihram. Ketika kita melafadzkan kalimat Allahu Akbar, secara fisiologis, pengucapan huruf (A), bermanfaat untuk melapangkan sistem pernafasan. Kemudian saat mengucapkan huruf berikutnya (-LOH), juga menimbulkan pengaruh yang nyata terhadap reaksi pernafasan. Begitu juga pengucapan huruf terakhir (H), bermanfaat untuk membuat kontak antara paru-paru dan jantung dan pada gilirannya kontak ini dapat mengontrol denyut jatung.
Saat mengangkat tangan dalam takbiratul ihram. Kondisi rongga dada melebar, pada saat itu bahu terangkat sedikit, tulang-tulang rusuk juga ikut terangkat dan akibatnya tekanan udara di dalam rongga dada mengecil dan memudahkan udara/nafas masuk dengan cepat.
Kemudian Ruku’.  Ruku’ adalah membungkukkan badan sedemikian rupa sehingga punggung, leher dan kepala menjadi satu dalam posisi horizontal. Posisi horizontal ini memungkinkan berat badan bergeser ke depan dan tubuh seakan-akan mau terperosok ke depan. Dengan posisi sedemikian rupa, maka ruku’ dapat mengurangi kompresi antara ruas-ruas tulang belakang. So guys, jika kita beranggapan hanya olahraga yang dapat menyehatkan badan, maka Islam telah lebih dulu mengajarkan bagaimana memiliki badan yang selalu sehat dengan menjalankan segala kewajiban dan perintah-Nya secara sungguh-sungguh, yakin, disiplin dan benar. Jika olahraga memiliki aturan kedisiplinan dalam gerakan, maka Islam lebih dulu mengajarkan aturan gerakan kedisiplinan melalui perintah sholat 5 waktu.
Berlanjut pada sujud. Sujud adalah satu-satunya posisi dimana otak bisa lebih rendah dari jantung, sehingga memberikan pengaruh terhadap peredaran darah di otak. Elastisitas pembuluh darah merupakan faktor terpenting untuk mempertahankan tekanan darah. Aliran darah yang naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak ini merupakan latihan untuk menambah elastisitas darah, sehingga secara tidak langsung gerakan sujud ini adalah gerakan untuk mecegah penyakit stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya. Begitu pula jika ada seseorang yang depresi kemudian dilarikan ke seorang psikiater, maka salah satu cara mereka untuk mengurangi stres atau depresi itu adalah dengan cara bersujud. Bukanlah Islam telah lebih dulu memberikan solusi ampuh bagi para depresan, yakni mengambil air wudhu dan dilanjutkan dengan melakukan sholat, mengadu dan menangis sejadi-jadinya pada Allah Swt., Maha yang tidak pernah tidur dan senantiasa terjaga mengawasi hamba-Nya.
Kemudian adalah posisi duduk dalam sholat. Sebagaimana duduk diantara dua sujud, tasyahhud awal maupun tasyahhud akhir. Manfaat dari posisi tersebut yakni dapat menghentikan aliran pembuluh darah utama di tungkai sehingga menambah debit aliran darah ke otak dan organ lainnya. Selain itu posisi ini juga bermanfaat untuk mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral (cabang-cabang pembuluh darah) di kedua kaki. Pada saat duduk dengan posisi dimana jari-jari ditekuk juga mempunyai manfaat medis yang besar, yaitu sebagai bentuk relaksasi maksimal dari otot-otot di betis, di mana otot-otot ini paling sering megalami nyeri karena menompang postur tubuh dan gerakan berjalan atau lari. Jadi tidak perlu ke tempat pemijatan lagi kan untuk relaksasi?
Kemudian adalah salam. Salam ditandai dengan gerakan menolehkan kepala ke samping kiri dan ke samping kanan. Gerakan ini dapat sebagai metode pencegahan untuk terjadinya penjepitan saraf di bagian leher. Selain itu gerakan tersebut dapat melatih kelenturan leher dan dapat mencegah terjadinya kondisi torticolis (kepala atau wajah yang selalu miring). Jadi guys...gak perlu capek lagi pergi ke kolam berenang buat melatih otot leher. Dengan sholat pun semua sudah terobati.