Kamis, 19 November 2015

Indahnya Islam Chapter One



Finally, welcome back i-reader! Hari ini aku ingin menuliskan banyak hal tentang “Indahnya Islam” sebagai agama terakhir di muka bumi ini. Well, berbicara tentang agama. Beberapa pemikiran akhir-akhir ini sering mencampuradukkan antara kebenaran dan kebathilan dengan berdalih atas nama equality atau kesamaan, humanity atau kemanusiaan, toleransi dan saling menghargai. Kita menyetujui bahwa hampir di tiap agama manapun tidak ada yang mengajarkan kekerasan, keburukan, dan segala hal yang mengarah pada perbuatan negatif. Nope. Dan semua pun menyetujui bahwa agama sebagai simbol kedamaian, kebaikan dan segala hal yang mengarah pada hal positif.
 Kita pun bahkan setuju, jika ada yang mengatakan bahwa semua agama itu baik. Iya, cukup sampai kata baik. Tidak ada penambahan apapun. Tapi jika ada yang mengatakan bahwa semua agama adalah benar dan setiap dari manusia menuju pada satu tujuan yakni surga dan Tuhan meskipun jalannya berbeda-beda. Maka statement terakhir inilah yang saya tidak setuju. Di dalam Surah Al-Kafirun telah dijelaskan isi kandungan yang termaktub dalam ayat 1 sampai 6, bahwa etika pergaulan dan toleransi antar ummat beragama hanya sampai pada ranah sosial masyarakat saja. Tidak lebih dan tidak boleh masuk pada ranah aqidah dan ibadah. Sebab ketika di bangku sekolah dulu, kita diajarkan materi tentang fanatik. Sehingga kita tidak akan main-main dalam menjalankan perintah agama.
Di samping itu Islam bukan agama kutu loncat yang dapat terbang sana-sini dari satu kepala ke kepala yang lainnya. Islam tegas bahwa permasalahan aqidah dan ibadah adalah kebebasan individu dan tidak boleh ada paksaan dan tidak ada kompromi. Hal ini mengindikasikan bahwa Allah melarang umat-Nya untuk memiliki anggapan pluralis sebagimana yang tersebut di atas. Maka, kita sepakati bahwa  semua agama adalah baik, namun Islam-lah agama yang benar. Tidak ada Tuhan selain Allah. That’s all. Seyogyanya menjadi seorang muslim itu harus bersyukur dan bangga. Orang yang belum bersyukur dan bangga terhadap karunia Iman, Islam dan Ihsan atas dirinya berarti ia kurang membaca. Iya, salah satu penyebabnya adalah kurang membaca maka ia kurang memiliki pengetahuan tentang keislamannya sendiri.
Lihatlah tumpukan buku-buku keislaman yang menggambarkan keutamaan-keutamaan seorang muslim. Segala sesuatu yang dilakukan seorang muslim adalah bernilai ibadah. Terlebih amalan yang terkandung dalam Alquran dan Sunnah. Tidak hanya obral pahala, namun juga obral kebaikan yang dapat ditelisik dari berbagai aspek kehidupan. Sekali lagi tidak salah Allah Swt., menyebutkan dalam QS. Al-Maidah ayat 3 yang berbunyi: “pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu”. Meskipun konteks ayat ini berbicara kepada Nabi Muhammad dalam rangka menggembirakan hati beliau, tidak ada salahnya jika kita lihat kembali penggalan ayat di atas. Dan tidak ada salahnya pula untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alquran, kita bayangkan saja seakan-akan turunnya kalamullah itu juga untuk kita.
Di sini Allah secara gamblang menungkapkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Disadari atau tidak segala sesuatu serba ada dalam Islam. Namun terkadang pengetahuan manusia belum sampai untuk mengungkap kesempurnaan itu. Ada kalanya suatu kesempurnaan itu terungkap dalam satu waktu, dan sebagian yang lain terungkap di lain waktu dan di lain zaman. Berlanjut, ...telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu... Lihatlah di dalam ajaran Islam itu sendiri. Nikmat apalagi yang tidak berkelimpahan, mulai dari nikmat fisik, jasmani, batin, rohani semuanya terpenuhi; bagi seorang muslim yang kaaffah dan istiqamah dalam berislam.
 Islam mengatur dengan sangat begitu rapi dan mendetail seluruh tatanan dinamika kehidupan manusia. Dari manusia bangun tidur sampai tidur kembali.  Kemudian,  Islam merupakan agama yang jelas-jelas di ridhoi oleh Allah Swt. Jika Allah Swt., telah ridho maka apapun yang dilakukan hamba-Nya senantiasa membuahkan pahala, Insya Allah. So, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
Di sini Nisa hanya ingin merangkum ulang tulisan yang bersumber dari buku Tau Gak Sih Islam Itu Sehat? Karya dr. Faza Khilwan Amna dan dr. Hendri Okarisman. Memuat banyak hikmah ibadah dari yang telah ditetapkan oleh Allah dan yang telah diajarkan Rasulullah. Namun dari segi pembahasan keilmiahan medis. Let’s start with many kinda of  hikmah sholat.