Indahnya Islam#2 Masih Berani Makan Sampai Kekenyangan?
Ini Akibatnya!
Berbicara tentang Indahnya Islam itu tidak ada habis-habisnya. Segala ajaran
dan aturan yang ada di dalamnya sarat akan hikmah dan kebaikan. Adapun stigma
sebagian masyarakat yang menganggap Islam itu radikal, kolot dan sebagainya dikarenakan
ia belum mengenal ajaran Islam secara menyeluruh. Ia hanya melihat dari sisi
pemeluknya saja yang setiap saat senantiasa berubah dan berproses untuk menjadi
lebih baik. Dan adakalanya keimanannya pun naik dan turun. Maka jika ada yang
mengatakan hal itu, jangan pernah salahkan agamanya namun koreksi-lah
pemeluknya karena ia belum sempurna menjalankan Indahnya Islamnya.
Well, makan secara berlebihan telah kita ketahui dampaknya secara umum. Salah satunya
yang sering kita dengar adalah obesitas atau kegemukan. Obesitas sebagai
akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat menimbulkan risiko
kesehatan ke individu.
Ketika kita makan sampai kekenyangan, maka yang terjadi adalah jumlah
makanan dalam lambung terlalu banyak atau melebihi kapasitas enzim pencernaan
yang diproduksi, sehingga mengakibatkan makanan tidak tercerna sempurna ini
kemudian masuk ke usus sehingga menyebabkan fermentasi, salah cerna, dan bisa
menimbulkan gas.
Dampak negatif yang lain jika terlalu kenyang adalah timbul rasa sakit pada
perut, perut terasa penuh, susah bernafas, dan perut tampak membesar. Hal ini
dibuktikan dengan bersendawa (belching) yang keras bertubi-tubi. Gejala
tersebut ditemukan pada mereka yang bergantian menelan dan mengeluarkan udara. Bila
tidak dapat bersendawa, maka perut akan terasa kembung (meteorismus) dan
kentut (flatus) yang tidak berbau. Selain perut menjadi tidak enak,
makan terlalu kenyang juga dapat mengakibatkan muntah dan diare.
Selain gelaja di atas, konsekuensi yang bisa muncul jika perut terlalu
kenyang adalah diproduksinya radikal bebas dalam jumlah yang banyak. Aktivitas makan
merupakan salah satu aktivitas aerobik yakni aktivitas yang memerlukan oksigen.
Oleh karena itu, jika makan melebihi kewajaran, oksigen yang diubah sel tubuh
menjadi ROS (Reactive Oxygen Species) akan terbentuk dalam jumlah
banyak. Penyakit yang bisa ditimbulkan akibat radikal bebas adalah kanker, aging,
katarak, aterosklerosis dan lain sebagainya.
Guys, mungkin ada sebagian orang yang memiliki mind-set seperti ini. “...Lebay
banget sih, terlalu banyak spekulasi, terlalu banyak menduga, orang itu
kebutuhan kita...” bla bla bla. Ok, guys, memang semua adalah kebutuhan
kita, namun alangkah baiknya jika sesuai pada porsi dan ukurannya. Jangan hanya
memaksakan kehendak kita, memuaskan ego dan nafsu keserakahan diri sampai menaruhkan
kesehatan kita di masa mendatang. Ingat guys, mencegah lebih baik
daripada mengobati. Dan mencegah dengan penuh perencanaan merupakan salah satu
langkah ikhtiar kita. Di samping itu guys, selalu iringi perbuatan
dengan doa, agar segala nya menjadi berkah.
