Islam itu identik dengan bersih. Sedangkan bersih pangkal sehat. Meskipun beberapa
dari orang Islam ada saja yang diidentikkan dengan kurang bersih. Saya pun
tidak menafikannya dan benar adanya. Entah karena sebab kurangnya edukasi, pemahaman
dan kesadaran atau karena rendahnya ekonomi, sehingga tidak mampu untuk hidup
sehat dsb. Maka dari itu Islam telah mengajarkan untuk menuntut ilmu dan bekerja
keras, guna mencukupi penghidupan duniawi (wa laa tansaa nashiibaka minaddunyaa)
dengan tidak mengabaikan akhirat pula (waltanzhur nafsumma qaddamat ligadd
wattaqullah). Sehingga muslim menjadi kaya dan dapat membantu muslim
lainnya. Dari sini kita mengetahui bahwa agama bukan diartikan sebagai simbol. Namun
agama itu diartikan dengan pengahayatan dan pemaknaan.
Lihatlah kembali dalam ajaran fiqih
Islam. Hal yang paling utama dibahas adalah tentang thoharah atau bab
kebersihan. Sebab kebersihan lahir batin adalah syarat utama untuk sah nya
dalam melaksanakan berbagai ibadah. Betapa Allah Swt., begitu indah dan
menyukai keindahan dari hamba-Nya. Dan tentu saja keindahan itu tidak akan
sempurna jika tidak diawali dengan kebersihan. Sekali lagi tidak hanya
lahiriahnya saja, seperti berpakaian bersih, terhindar dari najis, rapi, wangi,
harum, sopan. Namun juga kebersihan hati dari berbagai penyakit dan kotorannya.
Berusaha mensucikan diri dan hati dari kelalaian duniawi serta menuntut kita
untuk bersungguh-sungguh mukhlishiina lahuddiin. Sungguh proses yang
membutuhkan ketelatenan, keseriusan dan kesinambungan. Ok. Mari kita
mulai dengan hikmah medis dari perintah berwudhu.
