Kamis, 19 November 2015

Indahnya Islam Chapter Two



Islam itu identik dengan bersih. Sedangkan bersih pangkal sehat. Meskipun beberapa dari orang Islam ada saja yang diidentikkan dengan kurang bersih. Saya pun tidak menafikannya dan benar adanya. Entah karena sebab kurangnya edukasi, pemahaman dan kesadaran atau karena rendahnya ekonomi, sehingga tidak mampu untuk hidup sehat dsb. Maka dari itu Islam telah mengajarkan untuk menuntut ilmu dan bekerja keras, guna mencukupi penghidupan duniawi (wa laa tansaa nashiibaka minaddunyaa) dengan tidak mengabaikan akhirat pula (waltanzhur nafsumma qaddamat ligadd wattaqullah). Sehingga muslim menjadi kaya dan dapat membantu muslim lainnya. Dari sini kita mengetahui bahwa agama bukan diartikan sebagai simbol. Namun agama itu diartikan dengan pengahayatan dan pemaknaan.
 Lihatlah kembali dalam ajaran fiqih Islam. Hal yang paling utama dibahas adalah tentang thoharah atau bab kebersihan. Sebab kebersihan lahir batin adalah syarat utama untuk sah nya dalam melaksanakan berbagai ibadah. Betapa Allah Swt., begitu indah dan menyukai keindahan dari hamba-Nya. Dan tentu saja keindahan itu tidak akan sempurna jika tidak diawali dengan kebersihan. Sekali lagi tidak hanya lahiriahnya saja, seperti berpakaian bersih, terhindar dari najis, rapi, wangi, harum, sopan. Namun juga kebersihan hati dari berbagai penyakit dan kotorannya. Berusaha mensucikan diri dan hati dari kelalaian duniawi serta menuntut kita untuk bersungguh-sungguh mukhlishiina lahuddiin. Sungguh proses yang membutuhkan ketelatenan, keseriusan dan kesinambungan. Ok. Mari kita mulai dengan hikmah medis dari perintah berwudhu.