Guys, jika kita perhatikan, setidaknya ada lima waktu dalam 24 jam untuk kita melakukan wudhu.
Itu artinya ada lima kali kesempatan pula untuk kita membasuh anggota tubuh kita
yang diwajibkan dalam wudhu; seperti
tangan, telapak tangan, muka, telinga, rambut dan kaki. So ketika kita
berwudhu yang diawali dengan mencuci tangan, maka secara otomatis kita sudah
menjaga kebersihan dan mengurangi akumulasi bakteri dan kuman di permukaan
kulit kita. Di mana setiap inci persegi dari kulit kita terdapat kurang lebih
20.000.000 bakteri yang setiap waktu dapat terus bertambah sesuai dengan tinggi
rendahnya aktivitas yang kita lakukan. Dan hati-hati guys, sewaktu-waktu
bakteri tersebut bisa dengan mudah masuk menginfeksi tubuh melalui luka di
permukaan kulit.
Kemudian wudhu dapat menghindarkan kita dari serangan penyakit kulit akibat
rendahnya kebersihan kulit kita. Aktivitas wudhu dapat menghindarkan kita dari
kanker kulit yang disebabkan oleh menempel dan terserapnya bahan kimia di
kulit. Berwudhu menyebabkan larutnya bahan-bahan kimia tersebut, sehingga tidak
sampai diserap kulit. Maka dari itu guys, alasan mengapa ketika bahan
kimia terkena badan atau mata langsung diperingatkan untuk mencuci dengan air
sebanyak-banyaknya kemudian barulah menghubungi dokter.
Kemudian guys, menurut penelitian seorang profesor psikiater dan
neurolog dari Austria; Prof. Leopold Werner von Ehrenfels yang masuk
Islam dan berubah nama menjadi Prof. Baron Omar Rolf Ehrenfels menemukan
bahwa wudhu dapat merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia. Hal tersebut
karena adanya keselarasan usapan air dengan titik-titik saraf pada anggota
wudhu. Ketika berwudhu maka secara tidak langsung akan memantapkan konsentrasi
pikiran, karena air wudhu akan mendinginkan ujung-ujung saraf dan jari-jari
tangan dan kaki. Ketika berwudhu kita membasuh kelima panca indera kita. Hal ini
selaras dalam ilmu akupuntur, terdapat titik-titik sensitif sebagai reseptor
terhadap rangsangan stimulus berupa sentuhan, gosokan, usapan, pijatan (massage)
pada tubuh. Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel,
jaringan, organ, dan sistem organ yang bersifat terapi. Dan titik akupuntur
terbanyak ada pada anggota tubuh kita yang wajib di basuh pada saat berwudhu. Maasya
Allah. Maka guys, sekali lagi berwudhu dapat menjadi terapi
akupuntur. Hal ini disebabkan sistem metabolisme manusia terhubung dengan
sistem saraf yang ujungnya menyebar di seluruh permukaan kulit tubuh manusia.
Kemudian guys, membasuh sebagian anggota tubuh yang ‘wajib’ nya saja
sudah memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kesehatan. Apalagi membasuh
sebagian anggota tubuh yang menjadi sunnah, seperti membasuh kedua
lubang hidung. Ternyata, orang yang berwudhu dengan mengawali sunnah ini,
berdampak pada bersihnya rongga hidung mereka, tampak cemerlang dan tidak
berdebu. Berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukan sunnah ini, maka
nampak dari hasil penelitian, bahwa lubang hidung mereka memudar dan berminyak,
berdebu, lengket dan berwarna gelap.
