Kamis, 19 November 2015

Indahnya Islam#1 Kebersihan Diri ‘Lahir Batin’ Awali Dengan Berwudhu



Guys, jika kita perhatikan, setidaknya ada lima  waktu dalam 24 jam untuk kita melakukan wudhu. Itu artinya ada lima kali kesempatan pula untuk kita membasuh anggota tubuh kita yang diwajibkan dalam wudhu;  seperti tangan, telapak tangan, muka, telinga, rambut dan kaki. So ketika kita berwudhu yang diawali dengan mencuci tangan, maka secara otomatis kita sudah menjaga kebersihan dan mengurangi akumulasi bakteri dan kuman di permukaan kulit kita. Di mana setiap inci persegi dari kulit kita terdapat kurang lebih 20.000.000 bakteri yang setiap waktu dapat terus bertambah sesuai dengan tinggi rendahnya aktivitas yang kita lakukan. Dan hati-hati guys, sewaktu-waktu bakteri tersebut bisa dengan mudah masuk menginfeksi tubuh melalui luka di permukaan kulit.
Kemudian wudhu dapat menghindarkan kita dari serangan penyakit kulit akibat rendahnya kebersihan kulit kita. Aktivitas wudhu dapat menghindarkan kita dari kanker kulit yang disebabkan oleh menempel dan terserapnya bahan kimia di kulit. Berwudhu menyebabkan larutnya bahan-bahan kimia tersebut, sehingga tidak sampai diserap kulit. Maka dari itu guys, alasan mengapa ketika bahan kimia terkena badan atau mata langsung diperingatkan untuk mencuci dengan air sebanyak-banyaknya kemudian barulah menghubungi dokter.
Kemudian guys, menurut penelitian seorang profesor psikiater dan neurolog dari Austria; Prof. Leopold Werner von Ehrenfels yang masuk Islam dan berubah nama menjadi Prof. Baron Omar Rolf Ehrenfels menemukan bahwa wudhu dapat merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia. Hal tersebut karena adanya keselarasan usapan air dengan titik-titik saraf pada anggota wudhu. Ketika berwudhu maka secara tidak langsung akan memantapkan konsentrasi pikiran, karena air wudhu akan mendinginkan ujung-ujung saraf dan jari-jari tangan dan kaki. Ketika berwudhu kita membasuh kelima panca indera kita. Hal ini selaras dalam ilmu akupuntur, terdapat titik-titik sensitif sebagai reseptor terhadap rangsangan stimulus berupa sentuhan, gosokan, usapan, pijatan (massage) pada tubuh. Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang bersifat terapi. Dan titik akupuntur terbanyak ada pada anggota tubuh kita yang wajib di basuh pada saat berwudhu. Maasya Allah. Maka guys, sekali lagi berwudhu dapat menjadi terapi akupuntur. Hal ini disebabkan sistem metabolisme manusia terhubung dengan sistem saraf yang ujungnya menyebar di seluruh permukaan kulit tubuh manusia.
Kemudian guys, membasuh sebagian anggota tubuh yang ‘wajib’ nya saja sudah memberikan manfaat yang luar biasa terhadap kesehatan. Apalagi membasuh sebagian anggota tubuh yang menjadi sunnah, seperti membasuh kedua lubang hidung. Ternyata, orang yang berwudhu dengan mengawali sunnah ini, berdampak pada bersihnya rongga hidung mereka, tampak cemerlang dan tidak berdebu. Berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukan sunnah ini, maka nampak dari hasil penelitian, bahwa lubang hidung mereka memudar dan berminyak, berdebu, lengket dan berwarna gelap.