Guys di zaman yang serba modern ini, kita selalu dihadapkan dengan hal-hal
yang serba baru namun tidak sedikit yang aneh dan jauh dari kebiasaan. Seperti halnya
kita ber-istinja atau (maaf) bercebok dengan tissue. Meskipun penggunaan
tissue ini menirukan sebagaimana penggunaan batu untuk bersuci pada zaman nabi
dahulu. Namun kemudian, air pun ditemukan. Media air ini guys, sangat
lah urgen keberadaannya. Ketika kita ingin totally dalam membersihkan
diri setelah (maaf) BAK/BAB maka kita perlu menggunakan kedua jenis alat
bersuci tersebut, yaitu tissue/batu dan air. Bukan berarti kita boros guys.
Semua ada porsi dan kegunaan masing-masing. Jadi tidak salah jika kita menggunakan
air dalam hal ini. Dan sebaliknya hal ini sangatlah ditekankan.
Peran air mampu menghilangkan najis dan juga bekasnya. Ketika kita beristinja
setelah (maaf) BAK, maka akan berfungsi mengurangi rsiko terjadinya Infeksi
Saluran Kemih (ISK). Sebab air kencing sebagai sisa hasil metabolisme cairan
tubuh juga mengandung bakteri. Kemudian beristinja setelah (maaf) BAB,
dapat mengurangi risiko bermigrasinya bakteri escherecia coli yang
berada di sekitar dubur (anus) ke alat kelamin yang bisa menyebabkan ISK tadi guys.
Cara istinja yang benar dari segi medis pun perlu diperhatikan guys.
Yakni arah basuhan air dari depan ke belakang. Hal ini bertujuan mencegah
risiko yang telah disebutkan di atas dan membantu untuk mengeradikasi
(memusnahkan) pertumbuhan cacing. Sehingga istinja berperan dalam
mencegah penularan penyakit berbahaya seperti typhoid, fever dan kolera.
Istinja dalam segi medis,
sangat memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan sistem ano-genitalia (anus-alat
kelamin). Oleh karena itu menjaga kesehatan untuk area itu demi terwujudnya kesehatan
adalah hal yang mutlak dilakukan.
