Kamis, 19 November 2015

Indahnya Islam#5 Buang Air Kecil Dengan Berjongkok



Guys, mungkin ada yang berpikiran praktis bahwa jika buang air kecil dengan berdiri itu lebih masuk akal dibandingkan dengan berjongkok. Tetapi guys, dalam sisi ilmu kesehatan ternyata berjongkok saat buang air kecil memiliki nilai kesehatan yang luar biasa.
Dalam dunia kesehatan, (maaf) BAK dengan berjongkok akan merangsang terciptanya kontraksi berupa tekanan halus dari otot-otot sekitar perut dan paha yang secara tidak langsung akan menekan kandung kemih sehingga dapat maksimal dalam mengeluarkan urin. Pengosongan kandung urin yang maksimal dapat mencegah munculnya penyakit di kandung kemih dan ginjal. Residu atau sisa urin yang tertinggal dalam kandung kemih yang biasa terjadi jika kita berdiri saat buang air kecil, jika terakumulasi terus menerus dapat membentuk endapan yang akhirnya menjadi batu di kandung kemih. Dan masyarakat sering menyebutnya dengan kencing batu. Na’uzubillah min dzaalik.
Selain itu guys, pengeluaran urin yang tidak maksimal tadi akan mengganggu proses pengeluaran urin oleh ginjal. Sisa urin yang terus bertumpuk, sementara produksi urin oleh ginjal terus berjalan menyebabkan tertahannya urin di ginjal sehingga dapat menyebabkan pembengkakkan pada ginjal. Pembengkakkan tersebut dapat mempengaruhi penyaringan darah di ginjal. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ginjal berperan penting dalam menyaring darah dan memisahkannya dengan zat sisa metabolisme yang harus dibuang oleh tubuh. Maka posisi berjongkok saat (maaf) BAK dapat membantu pengeluaran urin pada penderita prostat. Pembengkakkan kelenjar prostat menyebabkan menyempitnya saluran kencing (urethra) yang membuat air kencing tersendat-sendat.
Guys, Pemerintah Taiwan yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Taiwan, Stephen Shen membuat sebuah usulan agar masyarakatnya (maaf)  BAK dengan duduk atau berjongkok. Hal ini untuk menjadikan kebiasaan tersebut berdampak pada kebersihan di toilet-toilet umum, yang kebanyakan identik dengan bau akibat hasil dari (air) kencing berdiri dan tersebar di mana-mana. Maka dari itu sungguh Islam itu rahmatan lil’aalamiin.