Guys, mungkin ada yang berpikiran praktis bahwa jika buang air kecil dengan
berdiri itu lebih masuk akal dibandingkan dengan berjongkok. Tetapi guys,
dalam sisi ilmu kesehatan ternyata berjongkok saat buang air kecil memiliki
nilai kesehatan yang luar biasa.
Dalam dunia kesehatan, (maaf) BAK dengan berjongkok akan merangsang
terciptanya kontraksi berupa tekanan halus dari otot-otot sekitar perut dan
paha yang secara tidak langsung akan menekan kandung kemih sehingga dapat
maksimal dalam mengeluarkan urin. Pengosongan kandung urin yang maksimal dapat
mencegah munculnya penyakit di kandung kemih dan ginjal. Residu atau sisa urin
yang tertinggal dalam kandung kemih yang biasa terjadi jika kita berdiri saat
buang air kecil, jika terakumulasi terus menerus dapat membentuk endapan yang
akhirnya menjadi batu di kandung kemih. Dan masyarakat sering menyebutnya
dengan kencing batu. Na’uzubillah min dzaalik.
Selain itu guys, pengeluaran urin yang tidak maksimal tadi akan
mengganggu proses pengeluaran urin oleh ginjal. Sisa urin yang terus bertumpuk,
sementara produksi urin oleh ginjal terus berjalan menyebabkan tertahannya urin
di ginjal sehingga dapat menyebabkan pembengkakkan pada ginjal. Pembengkakkan tersebut
dapat mempengaruhi penyaringan darah di ginjal. Sebagaimana yang kita ketahui
bahwa ginjal berperan penting dalam menyaring darah dan memisahkannya dengan
zat sisa metabolisme yang harus dibuang oleh tubuh. Maka posisi berjongkok saat
(maaf) BAK dapat membantu pengeluaran urin pada penderita prostat. Pembengkakkan
kelenjar prostat menyebabkan menyempitnya saluran kencing (urethra) yang
membuat air kencing tersendat-sendat.
Guys, Pemerintah Taiwan yang diwakili oleh Menteri Lingkungan Taiwan, Stephen
Shen membuat sebuah usulan agar masyarakatnya (maaf) BAK dengan duduk atau berjongkok. Hal ini
untuk menjadikan kebiasaan tersebut berdampak pada kebersihan di toilet-toilet
umum, yang kebanyakan identik dengan bau akibat hasil dari (air) kencing
berdiri dan tersebar di mana-mana. Maka dari itu sungguh Islam itu rahmatan
lil’aalamiin.
